TUGAS 3 - Ilmu Sosial

Kamis, 06 Oktober 2011


TAWURAN WARGA PECAH DI PAMULANG


TANGERANG, WARTA - Hujan batu dan benda keras lainnya terjadi pada aksi tawuran warga di Jalan Raya Pajajaran, Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan, Minggu (2/10/2011) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam aksi tawuran itu. Namun, sejumlah pemuda mengalami luka cukup serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Diduga mereka karena terkena lemparan batu dan sabetan senjata tajam.

Sejumlah aparat kepolisian dari Polsek Pamulang, diterjunkan ke lokasi untuk mencairkan suasana. Namun, saling serang antarkedua kelompok masih terus terjadi. Bahkan, petugas yang ada di lapangan tampak tidak bisa berbuat banyak. "Ada mobil yang rusak terkena lemparan batu. Banyak darah berceceran," ujar Fernandis Ganis, warga Sinar Pamulang Permai.

Akibat tawuran ini, sejumlah pengendara roda dua dan empat yang melintas tampak memutar arah. Takut menjadi sasaran amuk massa yang tampak tidak terkendali.Pecahan kaca botol dan mobil yang hancur juga tampak mengotori jalan dan membahayakan pengguna jalan. Hingga kini, belum jelas penyebab terjadinya tawuran. Namun, diduga dipicu dendam lama. "Dua massa ini sudah sering terlibat tawuran di jalan ini. Mereka dari gang Saidin dan Portal," ujar Fernandis. (okz)


Sudut Pandang Mahasiswa (Saya) :


Hal semacam ini sudah tidak lazim lagi dikalangan masyarakat, dan hal seperti ini sering kali terjadi akibat cekcok/perbedaan pendapat yang tidak bisa diselesaikan oleh akal. Hal ini tidak baik karena dapat merugikan warga sekitar didaerah/ lokasi yang menjadi tempat perselihian ini.


Penyelesaian :


•  Coba dicari akar dari permasalah ini
•  Masalah ini dimusyawarahkan dengan orang-orang yang terlibat didalamnya
•  Belajar untuk menghargai pendapat orang lain
•  Belajar untuk menerima keputusan dari hasil musyawarah tersebut
•  Jangan biasakan apabila ada masalah kita selesaikan dengan otot bukan dengan akal



TUGAS 2 - Ilmu Sosial


HARGA BBM NAIK, MAHASISWA DEMO ANARKIS


Akhirnya pemerintah per tanggal 24 Mei 2008 pukul 00.00 wib menaikkan harga BBM seperti minyak tanah, premium, dan solar. Hal tersebut menurut saya sudah dipertimbangkan secara masak oleh pemerintah. Karena seperti diketahui bahwa harga minyak dunia belakangan meningkat tajam. Bahkan terakhir saya mengetahui bahwa harga telah mencapai 135 US$ per barel (l.k. 159 liter).
Dua hari lalu saya membeli bensin di Shell. Ternyata seperti yang telah saya duga sebelumnya harga Shell Extra sudah menginjak Rp 9.999,00 yah bisa dikatakan Rp.10.000,00 kan… Luar biasa! Hal ini tidak mengherankan karena Shell selalu berkiblat pada harga minyak dunia. Apabila harga naik maka Shell pun akan menaikan harganya. Hal ini juga berlaku apabila harga minyak dunia turun, maka harga bensin di Shell akan turun.
Banyak orang yang tidak setuju terhadap kenaikan harga BBM ini. Memang keadaan perekonomian Indonesia masih jauh dari kata stabil. Masih banyak masyarakat kita yang hidup di bawah garis kemiskinan. Dengan harga BBM yang belum naik saja masyarakat kita masih kalang kabut menyikapi harga sembako yang harganya melonjak belakangan ini.
Kalangan mahasiswa juga sangat aktif dalam menyikapi keputusan pemerintah ini. Namun yang sangat saya sayangkan adalah cara mahasiswa menyikapi yang tidak elegan. Mereka seringkali melakukan demo yang cenderung mengganggu kepentingan umum. Kegiatan mereka yang seringkali terjadi adalah membakar ban di tengah jalan, berdemo malam hari, melawan petugas, dan bahkan menyerang petugas. Dari kegiatan anarkis tersebut biasanya akan diakhiri dengan bentrok dengan aparat penegak hukum, dalam hal ini petugas dari kepolisian.
Seperti yang beberapa hari lalu terjadi di kampus Unas, demo yang berakhir ricuh dan mengakibatkan beberapa korban dari mahasiswa akibat penyerangan balik dari pihak kepolisian. Belakangan saya membaca berita bahwa polisi melanggar HAM dan lain-lain. Menurut saya hal itu wajar saja terjadi. Karena polisi pun manusia biasa yang memiliki perasaan, harga diri, dan batas kesabaran. Mereka bukanlah robot yang hanya bekerja berdasar perintah dan kontrol dari pemilik. Ya wajar saja kalau mereka marah apabila diserang, dilempar batu, dsb.
Memang dalam kasus Unas saya melihat dari sisi polisi pun salah. Mereka menyerang balik dan cenderung berlebihan bahkan sampai merusak sebagian ruangan di area kampus. Tapi terlepas dari itu kita harus melihat masalah ini secara objektif dan realistis. Siapa yang memulai terlebih dahulu? Andaikan mahasiswa berdemo dengan tertib saya yakin hal tersebut tidak terjadi.
Belum lagi ada lebih 20 mahasiswa yang positif menggunakan Narkoba saat demo berlangsung. Lalu ada penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Unas terhadap petugas Polantas yang sedang bertugas. Nah hal-hal ini yang bisa saya katakan sebagai tindakan “memancing” reaksi dari Kepolisian.
Menurut saya gunakanlah asas “tepo seliro” atau tepa selira. Kalau anda tidak mau dipukul ya janganlah anda memukul. Jadi buat mahasiswa atau siapa pun juga yang mau berdemo ya silakan saja karena negara demokrasi, tapi ya itu tadi harus TERTIB. Sampaikan pendapat, aspirasi, dan komplain secara terhormat.
Oh ya, ada satu hal lagi yaitu: Demo mau model seperti apapun tidak akan membatalkan kenaikan harga BBM.

Sumber :

Kesimpulan :
•   Artikel diatas mengatakan bahwa bahan bakar Shell memicu kenaikan harga bbm lainnya,  lalu dengan adanya kenaikan tersebut pihak masyarakat melakukan demo, akan tetapi ada banyaknya mahasiswa yang melakukan demo namun dengan tindakan yang anarkis, bahkan ada memanfaatkan situasi tersebut untuk menggunakan narkoba. Dan dikatakan bahwa kepolisian pun bentrok dengan mahasiswa.
Solusi :
•  Perketat penjagaan kepolisian atau aparat penertib demo
•  Lakukan penertiban apabila terjadi bentrokan
• Jaga tutur kata, perilaku untuk menghindari terjadinya bentrokan

TUGAS 1 - Ilmu Sosial

•    Definisi Individu


 Berasal dari kata yunanni yaitu "Individium" yang artinya "tidak terbagi". Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagain manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek-aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya.

•   Definisi Pemuda

Arti kata Pemuda berdasarkan Princeton yang mendefisinakan bahwa kata pemuda (youth) dalam kamus websternya sebagai "the time of life between childhood and maturity ; early maturity; the state of being young of immature or inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young person".
Sedangkan dalam kerangka usia, WHO menggolongkan usia 10-24 tahun sebagai Pemuda (young people), sedangkan remaja atau adolescence dalam golongan usia 10-19 tahun. Contoh lain di Canada dimana negara tersebut menerapkan bahwa "after age 24, youth are no longer eligible for adolescent social services"

•   Definisi Keluarga

Keluarga berasal dari bahasa sansekerta "kulawarga". kata kula berarti "ras" dan warga yang berarti "anggota". Keluarga adalah lingkungan dimana terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.

•   Definisi Masyarakat

Pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
1.  Menurut Selo Sumardjan, masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2.  Menurut Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3.  Menurut Emile Durkheim, masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4.  Menurut Paul B. Horton & C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan didalam kelompok/ kumpulan manusia tersebut.

•   Definisi Kebudayaan

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamah dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

•  Hubungan antara Individu, Keluarga dan Masyarakat


Manusia adalah sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raganya. Oleh karena itu dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani dan rohaninya. Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial ditengah-tengah masyarakat.
Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahnya terbentuknya individu menjadi seorang yg berpribadi. Sebagian bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan-hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk. Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan mudah dirumuskan gejala-gejalanya. Perwujudan dirinya sendiri yang merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok atau anggota masyarakat.

Referensi :