Seni Tembok (Manusia dan Keindahan)

Senin, 19 Maret 2012

Di era sekarang ini sudah banyak sekali beredar gambar/ seni tembok yang berada negara bagian. Sebenarnya menurut saya seni tembok / graffity adalah suatu seni yang mengekpresikan jati diri seseorang melalui seni tersebut. Perkembangannya telah dimulai pada tahun 70an di benua Eropa. Pada awalnya graffity digunakan sebagai identitas geng dan kelompok-kelompok tertentu. Graffity dijadikan geng sebagai cara untuk menguasai suatu daerah. Dalam waktu itu tentu saja graffity dapat digunakan sebagai "Simbol", "Pesan", "Daerah Kekuasaan", akan tetapi pada saat sekarang ini graffity sudah sering kali dijadikan ajang perlombaan. Yang dimana pada perlombaan itu dapat mencari bakat seni seseorang yang kurang tersalurkan atau diperhatikan oleh masyarakat. Sebenarnya grafity adalah seni tembok yang unik apabila bisa disalurkan ditempat yang khusus untuk itu, akan tetapi seni graffity ini juga bisa merusak pemandangan orang karena untuk membuat graffity diperlukan tembok dari berukuran kecil sampai besar yang ada disembarang tempat. Oleh karena itu, menurut saya, kemampuan/bakat seseorang yang mampu melukis graffity harus disalurkan ditempat yang layak agar seni tersebut dapat menjadi maksimal.

Sejarah seni Grafiti sendiri sudah ada sejak jaman purba, mesir kuno hingga jaman Romawi. Dan dijaman modern ini graffity digunakan untuk beberapa tujuan. Namun dari segala tujuan yang ada grafiti memang layak untuk diperhatikan selama hal itu tidak dilakukan dengan sembarangan dan merusak wajah kota. Para seniman grafiti saat ini tidak hanya berekspresi pada tembok semata, namun sudah merambah pada sebuah objek yang lebih kecil lagi seperti wall climbing, papan skate board hingga pada bak sebuah truk. Hal inilah yang dikatakan bahwa grafiti memang sudah sangat berkembang dengan baik. Apresiasi masyarakat dengan memberi tempat pada objek-objek yang ingin diberi sentuhan graffity saat ini sudah banyak dilakukan. Sebuah Wall climbing menjadi terlihat sangat menarik dengan hiasan grafiti 3D atau bentuk tribal.

Para perusahaan yang baru saja mengeluarkan sebuah produk juga menggunakan jasa para seniman grafiti utuk mempopulerkan produknya lewat lukisan seni karya grafiti dibeberapa titik kota yang strategis. Bahkan disebuah kawasan di Surabaya, grafiti bisa kita lihat di jembatan layang atau tembok bangunan yang menjulang tinggi. Kualitas dari grafiti di indonesia juga meningkat dengan pesat. Dari grafitty yang hanya sekedar hitam putih, kini sudah berkembang ke sebuah detail yang sangat menarik dengan corak warna yang sempurna. Semoga grafiti tidak lagi dicap sebagai perusak wajah kota dengan sebuah pembuktian bahwa corat-coret tembok mereka bisa menghadirkan sebuah lukisan yang sangat menarik untuk kita semua.

0 komentar: